CATATAN DIREKSI

PRODUKTIVITAS KERJA

"Selamat Pagi, Her" sapaanku saat sampai di kantor pada Hari Senin pagi ini kepada Hermanto, seorang staf yang sudah hadir dan sudah sibuk dihadapan komputer-nya.

"Selamat pagi, Pak. Jalanan macet ya Pak?” sahutnya.

"Iya, macet dimana-mana, hujan deras dan banjir”,sahutku.“Rumahmu dekat dengan kantorya Her? Kok kamu tidak terlambat masuk kantor?” tanyaku lagi. “Enak ya, tidak kena macet dan tidak capek?”

"Jauh Pak rumah saya, sekali naik bus dan dua kali naik angkot. Ya....... kira-kira satu setengah jam perjalanan kalau normal dan tidak adagangguan di jalan."
"Oh begitu.....” jawabku sambil menuju meja kerja dengan secangkir kopi hangat yang menemaniku pagi itu.

"Iya Pak, kan sudah ketahuan kalau musim hujan begini kebanyakan macet, apalagi hari ini hari Senin, pasti lebih parah Pak kondisi jalanan. Saya berangkat setengah jam lebih awal dari biasanya." "Ooo...” saya pun manggut-manggut sambil menyeruput kopi yang sudah tinggal setengah gelas.

Sepenggal percakapan diatas adalah contoh kecil dan salah satu ciri dari seorang karyawan yang mempunyai semangat dan mau bekerja dengan sungguh sungguh. Produktivitas karyawan sangat berpengaruh dan berkontribusi besar terhadap produktivitas perusahaan, bahkan akan mempengaruhi kenaikan profit perusahaan. Bagi seorang pimpinan, produktivitas timnya akan meningkatkan prestasi kerja dan mutu dari departemen yang dipimpinnya.

Substansi dari produktivitas karyawan adalah kemampuan karyawan untuk memberikan hasil kerja yang  berkualitas. Tentunya hal ini juga tidak terlepas dari peran serta perusahaan dalam menyediakan sarana yang mendukung.

Karyawan yang bisa menghasilkan sesuatu tentu tidak terlepas dari Sikap, Kompetensi dan Kapasitasnya. Seorang pemimpin tentu akan senang jika mempunyai karyawan yang semangat, pintar dan cakap dalam menjalankan pekerjaannya. Mempunyai perencanaan yang baik, peka terhadap hal-hal sederhana di lingkungan kerja serta mempunyai “sense of belonging” terhadap perusahaan merupakan nilai tambah bagi karyawan tersebut.

Kemudian muncul pertanyaan: bagaimana perusahaan dapat memperoleh dan membentuk karyawan yang sudah ada agar menjadi karyawan yang handal dan memenuhi syarat sehingga produktivitas perusahaan meningkat?

Pertama, dalam proses rekrutmen karyawan, carilah kandidat bibit unggul. Pintar dan cerdas sesuai dengan kualifikasi posisi yang dibutuhkan. Mempunyai semangat dan daya juang yang tinggi. Berkepribadian dan mempunyai pesona pribadi yang menarik.

Kedua, pelatihan diberikan untuk karyawan. Menanamkan budaya perusahaan sehingga karyawan dapat menjiwai dan melaksanakan budaya tersebut di dalam pekerjaannya bahkan kehidupannya. Pelatihan paling tidak mencakup aspek Sikap, Kompetensi dan Kapasitas karyawan yang disesuaikan dengan pekerjaan mereka.

Ketiga, evaluasi secara periodik. Ada perencanaan, implementasi dan evaluasi. Perencanaan kerja dan program kerja yang sudah dibuat, didampingi selama implementasi, kemudian dibuatkan standar keberhasilan, baru kemudian dilakukan evaluasi. Dengan demikian akan telihat tingkat produktivitas karyawan.

Penggalan kisah percakapan di atas jika dilanjutkan, akan kita temui karyawan-karyawan yang datang terlambat. Sambil menunjukkan badan yang basah bahkan kotor mereka akan menyalahkan hujan, macet dan banjir yang terjadi. Ini menunjukkansikap mental yang masihlemah, kurang mempunyai semangat dalam menghadapi situasi yang terjadi.

Produktivitas kerja yang optimal menjadi “pe-er” bersama, antara perusahaan dan karyawan, untuk kemajuan bersama.

Kita akan bahagia jika dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab bisa menikmati pekerjaan yang kita jalankan dengan prestasi pada akhirnya.

 

Salam,

 


Prabowo Margateki
Director


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00