CATATAN DIREKSI

PROFESIONAL

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi, saya menterjemahkan profesional secara praktis dan sederhana sebagai:

A.    Profesional adalah seseorang yang menjual jasa, dan oleh karenanya menerima bayaran, namun demikian bayaran tidak selalu berupa material (uang).

       B.   Hal-hal yang dimiliki oleh seorang profesional adalah:

 1. TAHU apa yang dikerjakan

 2. MAU mengerjakan

 3. MEMAHAMI apa yang dikerjakan

 4. MENGERJAKANNYAdengan baik dan benar

 5. Dan.... MENGHASILKAN!

 

Di mana dalam implementasinya, banyak terjadi hal-hal yang tidak berlangsung ideal dan membutuhkan kompromi-kompromi dalam diri ‘sang profesional’ – tetapi pada akhirnya harus diakhiri dengan pengambilan keputusan.

Yang harus diingat, pada kondisi apapun, poin 1 & poin 5 di atas berhubungan langsung dan mempengaruhi keberadaan (eksistensi) seseorang dalam komunitas apapun, karena itulah ia mendapatkan ‘bayaran’.

 

Sekali lagi:

1. TAHU apa yang dikerjakan, berhubungan dengan kapasitas seseorang; baik datang dari pendidikan, pengalaman, maupun datang dari hal yang paling sederhana, yaitu bisa karena biasa.

2.  Walaupun sudah tahu apa yang dikerjakan, pertanyaan berikutnya adalah apakah MAU mengerjakannya.

3.  Keinginan besar untuk MEMAHAMI apa yang dikerjakan, baik sebagai lanjutan dari proses sebelumnya, maupun kegunaan pekerjaannya untuk kepentingan proses berikutnya, akan menciptakan rasa “ekistensi” dan tanggung jawab.

4.  Kalau kita sudah tahu apa yang harus dikerjakan, mau mengerjakannya, serta memahami kepentingan pekerjaan tersebut adalah bagian dari sebuah proses, pertanyaannya apakah kita MENGERJAKANnya dengan baik dan benar.

5.  ‘MENGHASILKAN’ adalah kata kunci dari proses ini. Apakah kita tahu (dan mau tahu) bahwa apa yang kita kerjakan ‘menghasilkan’? Dan, apakah ‘menghasilkan’ itu telah sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harapan dari si penerima jasa?

 

Banyak orang mengeluh tentang kondisi-situasi dimana mereka bekerja saat ini, mulai dari budaya, kebijaksanaan, tipe kepemimpinan, dan banyak lagi. Keluhan – keluhan itu mungkin benar, tetapi sebenarnya keluhan tersebut:

  1.  Tidak merubah apapun

  2.  Melarikan diri dari hakiki sebagai profesional

3. Sedangkan seseorang yang hanya bekerja dan bekerja tanpa memperhatikan proses profesional-nya, maka ia layak disebut sebagai PEKERJA.

 

Jadi, jalan keluar untuk orang-orang yang selalu mengeluh tersebut adalah: periksa kontribusi diri sendiri, apakah kita seorang profesional yang telah MENGHASILKAN? Dan apakah kita MAU jadi seorang professional yang MENGHASILKAN? Kalau kita yakin jawabannya YA!, maka: berhenti mengeluh, mulai bekerja dengan baik dan benar dan menghasilkan. Siapa tahu kondisi akan berubah karenanya.

 

Salam,

 

Josep Setiawan Edy

President Director


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00