CATATAN DIREKSI

TEROR JAKARTA

Kamis, 14 Januari 2016, jam 10.40 pagi, kita dikejutkan dengan aktivitas teroris di seputar Sarinah Tamrin, Jakarta. Tujuh korban tewas, 5 (lima) adalah pelaku teroris dan 2 (dua) korban warga sipil (salah satunya adalah Warna Negara Asing) dan banyak korban terluka.

Aksi Teror di Jakarta ini sangat mirip  dengan yang terjadi di Paris beberapa bulan lalu, yaitu: tidak hanya menggunakan bom (dan bom bunuh diri), tetapi juga dimulai (diikuti) dengan aksi tembakan langsung pelaku kepada masyarakat. Kita masih ingat aksi-aksi teror sebelumnya hanya terjadi dengan bom (bunuh diri) tanpa adanya aksi penembakan dari para pelaku.

Apapun modus dan caranya, kita bersama sesalkan dan berduka cita atas peristiwa dan tewasnya korban sia-sia. Kita setuju atas pengarahan para Pemuka Agama bahwa tidak ada satupun agama di dunia ini  mengajarkan pembunuhan (penghilangan hak atas nyawa termasuk nyawa diri sendiri), semua agama mengajarkan hidup kemanusiaan yang berpusat kepada Tuhan dan salah satu wujudnya adalah menghormat dan mencintai sesama. Hanya kuasa Tuhan sajalah yang berhak atas nyawa manusia.

Salut, dan kita mendukung Kepolisian RI dan semua jajaran aparat keamanan Negara untuk melakukan ‘penumpasan’ aktivitas teroris di negeri kita tercinta.

 

Lalu, apa yang dapat kita lakukan sebagai insan (keluarga besar) CMN? Mari kita mulai dari keluarga masing-masing, dengan arus informasi tidak terbatas (media sosial), kita wajib memberikan perhatian kepada anggota keluarga, apa yang mereka lihat, apa yang mereka baca dan apa yang menarik perhatian mereka. Iman agama kita masing-masing dalam keluarga adalah senjata terampuh untuk pencegahan dini.

Lingkungan, mari kita perduli dengan masyarakat sekitar tempat tinggal dan tempat kerja kita masing-masing; tidak mencampuri urusan orang lain, tetapi juga tidak boleh tidak peduli. Ingat, para teroris tinggal di dalam masyarakat dan berkali-kali ketika tertangkap, mereka tinggal di antara rumah penduduk yang ramai. Secara sederhana kita dapat melihat “kelainan” perilaku para terois (eksklusif,  dan tidak diketahui pekerjaan mereka sehari-hari). Kita harus melaporkan hal seperti ini kepada pihak berwajib, minimal menyampaikannya kepada Ketua RT/RW setempat.

Lingkungan kerja CMN, mari kita tetap tingkatkan produktivitas kerja tanpa melepaskan aspek kekeluargaan yang perduli atas pengembangan pribadi kita masing-masing.  Bersama para Mitra, kita bekerja lebih keras lagi, karena jenis usaha kita berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat, antara lain: mempermudah berusaha, mengembangkan usaha, dan memberikan peluang kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan “Dekat & Bersahabat”.

Jangan panik dan jangan ikut sebarkan informasi-informasi yang tidak jelas, mari dukung dan percayakan kepada aparat keamanan Negara yang sedang bekerja. Mereka mereka memiliki kapasitas dan kompetensi tinggi.

 

Selamat bekerja.

Salam,

 

Josep Setiawan Edy

President Director


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00