CATATAN DIREKSI

T E L A D A N

Pernahkah anda mendengar komentar orang sekitar kita tentang :” mirip bangeet anak itu cara ngomong dan cara jalan dengan Bapaknya” atau :” anggun ya anak putri itu, seperti Ibunya” dan banyak lagi komentar komentar terhadap kita dan atau anak-anak kita yang bermakna mirip dengan cara/prilaku orang tuanya. MENCONTOH adalah kemampuan dasar setiap anak (manusia), bahkan dimulai dari balita, karena wajar serta konsekuensi logis atas proses pembelajaran pertama dari anak-anak. Orang/hal2  yang memberikan contoh yang baik disebut : teladan.

 

Di dalam proses pendewasaan, sepanjang hidupnya anak-anak (dan kita semua alami sadar maupun tidak) melihat contoh-contoh, khusus dalam CARA, yaitu : cara bicara, cara berdandan, cara ber-interaksi, cara belajar, cara berjalan dan cara ber prilaku. Proses pendidikan baik formal maupun non formal bisa menyatu dalam cara-cara tersebut, tetapi juga bisa menjadi bagian terpisah sama sekali. Contoh : “ anak ini cerdas luar biasa, semua mata pelajaran di kelas mendapat nilai maksimal, tapi kok cara bicaranya kasar sekali, ya ?” , cara bicara kasar adalah hasil ‘mencontoh’ .

 

JADI, mencontoh adalah kemampuan setiap anak/orang BAHKAN sudah menjadi KEBUTUHAN.

Teman-teman MENCONTOH adalah KEBUTUHAN KEJIWAAN !!!

 

Bulan Agustus & September yang lalu, ramai diberitakan tentang 2 (dua) tokoh (panutan), yaitu : Tokoh pertama, seorang Kyai Muda (diakui atau mengakui), banyak kalangan artis yang ‘berpondok’ di padepokan miliknya yang konon dapat menenangkan jiwa. Peristiwanya : Tertangkap tangan bersama istri dan seorang artis sedang mengkonsumsi narkoba ! Dan itu terjadi pada hari yang sama dimana “sang panutan” baru saja dipilih dan diangkat kembali menjadi Pimpinan sebuah organisasi per film an Indonesia.

Tokoh Kedua, seorang Motivator terkemuka Indonesia yang sangat terkenal dengan jargonnya: Super.., dengan pengikut yang banyak (follower Instagramnya lebih dari 3,2 juta), super sibuk memberikan seminar-workshop (dan “in house”  di banyak perusahaan). Dikenal dengan wajah yang (super) ramah dan tutur kata yang selain santun juga (super) sistimatis. Heboh pertengkarannya dengan (yg mengaku ) putra kandungnya. Masyarakat jadi tahu bahwa sang Motivator ternyata tidaklah ‘super’ dalam kehidupan rumah tangganya, apapun itu alasannya.

 

Pertanyaannya adalah : mengapa begitu banyak ‘pengikut’ kedua tokoh ini ?

Jawaban sederhananya adalah : anak-anak (dan kita) kehilangan panutan dari orang tua, yang dituakan, pimpinan masyarakat dan pimpinan perusahaan, sehingga dengan mudah jatuh dalam pengaruh tokoh-tokoh yang seolah-olat baik untuk dijadikan teladan !!!

 

Pesan moralnya adalah : teladanilah orang yang baik & benar dan mari menjadi teladan untuk anak-anak kita, baik di rumah, di lingkungan maupun di perusahaan.

 

Selamat bekerja

 

Josep Setiawan Edy


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00