CATATAN DIREKSI

P E M B E N A R A N

“Apa salahnya, salah satu keluarga saya menjadi supplier perusahaan yang saya pimpin, sepanjang produk yang ditawarkan kualitasnya sama dan dengan harga yang lebih rendah ?” keluh seorang Executive perusahaan, ketika keluarganya yang supplier dipersoalkan dan jadi bahan gosip.

Dimana masalahnya, saya membantu teman mengerjakan proyek, kan saya kerjakan di luar jam kerja” demikian pembelaan seorang manajer, ketika dipertanyakan oleh Pimpinan Perusahaan.  Atau ini : “Mengapa harus dipersoalkan, saya (selalu) datang terlambat, kan rumah saya jauh, butuh 3 x ganti  kendaraan ; lagi pula kan saya selalu pulang lebih dari jam kerja dan semua pekerjaan selalu saya selesaikan”, protes seorang staff ketika mendapat teguran dari Bagian Personalia.

 

BENTURAN kepentingan akan dan pasti terjadi untuk kasus sang “Eksekutif”, karena si “supplier” yang masih saudaranya pasti berhubungan dengan beberapa Departemen Perusahaan (Bagian Pengadaan, Bagian Kontrol Kualitas, Bagian Gudang & DC dan Bagian Keuangan). Banyak kasus, saya saksikan sendiri ‘sang supplier’ mendapatkan fasilitas atau paling tidak perlakuan khusus. Pada kasus kedua, sebenarnya tertulis (peraturan perusahaan) maupun tidak tertulis (moral), seseorang berstatus karyawan tidak dibenarkan bekerja di tempat lain, walaupun di luar jam kerja. Di luar jam kerja seharusnya dipergunakan untuk istirahat dan aktivitas social & keluarga. Kelelahan akibat kerja di luar jam kerja secara langsung akan mempengaruhi produktivitas yang bersangkutan, kinerja turun, energi berkurang dan tidak dapat konsentrasi penuh pada waktu jam kerja. Pada kasus ketiga, datang terlambat sudah menjadi kebiasaan dan ‘mau menunjukkan’ yang bersangkutan ‘berbeda’ !. Sesungguhnya Peraturan Perusahaan  berlaku untuk semua karyawan tanpa pengecualian.

 

PEMBENARAN adalah “penyakit jiwa” yang menyerang ego individual & kelompok yang ingin mendapatkan sesuatu dengan berbagai cara dan dengan menggunakan kekuatan logikanya untuk membenarkan cara-nya tersebut. Ingatlah, secara ‘ilmu logika’ adalah benar persamaan ini :”Harimau makan daging, manusia makan daging, maka manusia = harimau”; persamaan tersebut benar secara logika, tetapi mengabaikan fakta-fakta actual lainnya (mengabaikan perbedaan bahwa binatang/harimau adalah mahluk hidup tanpa akal budi, sedangkan manusia adalah mahluk hidup ber-akal-budi). Jadi PEMEBENARAN mengenai suatu hal/perbuatan yang dibuat secara logis mengandung kebenaran, belum tentu benar dari sudut pandang lainnya.

 

Ada yang pernah baca legenda ROBINHOOD, seorang ‘pahlawan’ yang merampok harta kekayaan bangsawan untuk dibagikan kepada kaum miskin. Bagi kita manusia ber-moral : tujuan membantu kaum miskin adalah mulia, tetapi dengan cara merampok maka tujuan mulia tersebut ter-nodai dengan caranya : merampok, yang jelas melanggar norma-2 sosial dan hukum.

 

Selamat Bekerja

 

 

Josep Setiawan Edy


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00