CATATAN DIREKSI

PELAJARAN DARI PILKADA DKI

SELESAI sudah hiruk pikuk PILKADA DKI, penduduk DKI telah ‘berbicara’ dan ‘bersikap’ dengan menentukan pilihannya, siapa yang diberi mandat untuk memerintah DKI untuk periode 2017-2022: ANIES - SANDY. Masa kampanye yang ‘keras’ diakhiri dengan sejuk, hari pemilihan dan pengumuman hasil (walaupun berdasarkan quick count) berjalan dengan aman dan damai; nyaris tidak ada benturan antar masa pendukung, aman-damai!!  AHOK-JAROT, segera memberikan SELAMAT kepada ANIES-SANDY,secara khusus AHOK mengundang ANIES untuk berkunjung ke Balai Kota untuk diperkanalkan dengan baik kantor phisik, organisasi & staff dan program kerja yang sedang berjalan (itu terjadi dengan kehadiran ANIES di Balai Kota pada H+1). Dan dalam sambutan/pidato kemenangannya, ANIES-SANDY menyampaikan, mereka adalah Pemimpin untuk semua penduduk DKI, semua golongan. Keduanya mempunyai pesan yang sama : meneruskan pembangunan DKI dan “JAKARTA ADALAH RUMAH KITA BERSAMA”. 

 

Kita belajar apa dari peristiwa ini ?

 

AHOK-JAROT, walaupun dalam survey-survey memiliki indek kepuasan (hasil kerja) di atas 70%, hanya mendapatkan hasil pemilihan 42%. Semua pengamat dan lembaga survey membahas ‘anomali’ ini; karena harusnya PETAHANA dan memiliki hasil survey kepuasan kinerja di atas >70% akan menang dalam pemilihan.

 

Ternyata, selain penduduk puas (di atas 70%) atas hasil kerja, masyarakat membutuhkan PEMIMPIN yang santun dalam berbicara dan bertindak. Jargon mereka berdua: PELAYAN PENDUDUK DKI, tidak diikuti dengan prilaku & sikap: melayani. Melayani secara umum adalah memberikan pelayanan atas kebutuhan dan dilakukan dengan santun.

 

Kita belajar apa dari peristiwa ini ?

 

ANIES-SANDY, selamat kepada Gubernur – Wakil Gubernur baru (efektif Oktober 2017). Selain tampil santun, rapih & bersih dan berpenampilan tertata apik, juga MEN-JANJI-KAN banyak hal kepada penduduk Jakarta. Janji telah diberikan, pasti dicatat dan diukur oleh baik pemilihnya maupun semua penduduk DKI. Maka tugas selanjutnya: merealisasi janji karena pasti akan ditunggu dan ditagih. Tantangannya adalah: bagaimana mendapatkan penilaian kerja sama atau lebih tinggi dari Kinerja AHOK-JAROK sekaligus dicintai (disukai) penduduk DKI.

 

Kita belajar apa dari peristiwa ini ?

 

Teman-teman, setiap PERISTIWA ada PEMBELAJARAN.

Mari kita tiada berhenti BELAJAR

 

 

Selamat Bekerja

 

Josep setiawan Edy

 


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00