CATATAN DIREKSI

MODERN OUTLET - GROCERIES

Fast Moving Consumer Goods (FMCG) – Kebutuhan pokok dan sehari-hari (perputaran cepat), tidak dapat lepas dari Outlet Modern – multi format (Big, Medium and Small) dalam pemasarannya.

Lebih dari 30 tahun difinisi outlet modern di Indonesia diasosiasikan dalam : Hypermart (big format), Supermarket (medium format) dan Minimarket (small format).

Diberi ‘embel-embel’ Outlet Modern, karena (paling tidak) 2 hal, yaitu :

A.  FRONT END : kenyamanan berbelanja: tata ruang rapih (layout); produk-2 tersusun rapih (rak penjualan – Planogram); informatif, bersih, sejuk dan  aman plus banyaknya aktivitas promosi yang aktraktif). Transaksi akhir di ‘check out counter” (COC) menggunakan POS (akurat – tepat isi, tepat waktu).  

B. BACK END : Electronic Data Processing (EDP) dengan pemanfaatan optimal atas INTERNET memungkinkan proses manajemen yang praktis, cepat, akurat dan terhindarkan dari ‘human error’ : otomatis reorder, misalnya memungkinkan setiap outlet selalu menyediakan item produk yang dibutuhkan konsumen di rak penjualan. Dan jangan lupa, kemampuan mereka dalam penetapan pilihan produk (PRODUCT ASSORTMENT).

 

Sudah 2 tahun terakhir ini dalam setiap pertemuan dengan pihak-pihak berkepentingan (pelaku ritel , lembaga keuangan, pasar modal, principals dan media), saya selalu ditanya dan dimintakan pendapat atas perkembangan binis ritel – outlet modern: APAKAH BISNIS RITEL (MODERN) SEDANG BERMASALAH, karena menurunnya angka penjualan (per outlet – bukan pertumbuhan total perusahaan karena bertambah-berkurangnya outlet mereka); karena issue (sebagian nyata) banyaknya outlet modern ditutup (apapun alasannya) dan lebih nyatanya : turunnya pengunjung/pembeli – nampak jelas di format besar dan format media.

Jawaban saya pada saat itu, sangat normatif  dan mengambang….

 

HERO SUPERMARKET adalah supermarket modern pertama yang dikenal (awareness) didirikan tahun 1971; WALMART-INDONESIA (pernah) beroperasi tahun 1990 dan INDOMARET mulai beroperasi dan dikenal pada tahun 1988. Ketiganya mewakili masing-masing format (ukuran luas ruang penjualan), artinya : Hero Supermarket sudah berusia 48 tahun; Hypermat di Indonesia (Walmart Indonesia) sudah diperkenalkan lebih dari 29 tahun dan Indomaret sudah beroperasi 31 tahun. Selama itu pula, andalan mereka relatif sama, yaitu seperti diuraikan dalam ‘paragraf pertama’ tulisan ini.

Menjadi pertanyaan besar : APAKAH KONSUMEN (MASIH) MEMBUTUHKAN SEMUA KELEBIHAN YANG DITAWARKAN HYPERMART, SUPERMARKET DAN MINIMARKET pada jaman ini.

 

Product Assortment bukan lagi andalan, item produk apa saja sudah dapat ditemukan dihampir semua  (type) outlet tanpa embel-embel modern. Kenyamanan? Apakah masih sama persepsi konsumen tentang ‘nyaman’?  Transaksi secara modern : kalau outlet-2 (yang mereka sebut tradisional/konvensional) sudah menggunakan ‘aplikasi-android & iOS’ dalam berhubungan dengan para vendors/principals dan sudah menerima pelayanan transaksi ‘cashless’ – apakah tidak dapat disebut sebagai outlet modern ?

Bagaimana perusahaan ritel –modern mengantisipasi bisnisnya dengan perubahan perilaku konsumen (akibat perkembangan teknlogi informasi – optimalisasi internet) ?

 

JAWABANNYA : iya mereka sedang menghadapi masalah besar…dan hanya bisa survive bahkan berkembang bila mengantisipasi nya dengan PERUBAHAN !!

 

Lalu………

 

 

Selamat Bekerja

 

 

Josep Setiawan Edy

 


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.