CATATAN DIREKSI

DILLAN ‘90

Ingat, pertama kali Dillan menyapa Millea di halaman sekolah ? ; “….aku ramal, nanti kita akan bertemu di kantin..”; dan selanjutnya sang ketua geng motor dengan CB 100 nya ber’silancar’ cinta dengan murid baru, cantik, manja dan senang ‘digombali’.

Konon, kekuatan film Dillan’90 adalah bagaimana Dillan menyampaikan perhatian, kasih dan cintanya kepada Millea. Gerak badan, mata dan kata-kata Dillan sepanjang film ini, sungguh membuat ‘baper’ bagi yang suka (dan mungkin pernah ‘tersentuh’ hal yang sama) dan bagi yang tidak suka, waduuh pasti harus banyak menarik nafas sepanjang nonton film ini.

 

Mau apalagi, kekuatan terbesar film ini ada pada gombalan-gombalan – manis yang buat ‘baper’ dan ‘histeris’ (hayo ngaku, bagi yang sudah nonton, bahkan nontonnya lebih dari 2 x). Beberapa gombalan Dillan yang viral di media sosial dan jadi ‘celetukan’ sosial dimana-mana : “selamat ulang tahun Mellia. Ini hadiah untukmu, Cuma TTS. Tapi sudah kuiisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya” – Dillan.

“jangan bilang ke aku ada yang menyakitimu. Nanti besoknya, orang itu akan hilang”

“..rindu itu berat, kau gak akan kuat. Biar aku saja…”.

Mau yang ini, dialog manis di angkot ? --à “ Millea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Engga tau kalau sore. Tunggu saja..”

Satu lagi dari masih banyak  gombal manis lainnya :” Kalau mencintaimu adalah kesalahan, ya sudah. Biar.Aku salah terus saja…”  hahahaha…. Gila kan.

 

Bagi yang suka (ingat lho mereka dari berbagai kalangan dan tingkat usia), komentarnya: film ini ringan, manis, tidak ada konflik dan sepotong-sepotong bersenggolan dengan nostalgia. Gombalan dalam dialog-dialog (yang kemudian jadi viral) , menggunakan bahasa Indonesia yang baik tapi diluar kebiasaan.

Bagi yang tidak suka : gombalnya keterlaluan , ga ada isinya , ceritanya dangkal.

ANDA YANG MANA ?

 

Bagi saya, dengan penonton sampai minggu lalu sudah 6.1 juta (dan diduga akan capai lebih dari 6.5 juta penonton), film Dillan’90  adalah sebuah ‘hasil produksi’ yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen; pasar menyambut antusian dan membelinya.

Sessungguhnya sebuah produk harus memilih segmen-nya, dan ketika lebih dari 6 juta ‘pembeli’ terjadi, maka produk tersebut menjadi sah, dan harus menjadi pembelajaran dalam mengerti perilaku konsumen.

Lagi pula, ini kan produk hiburan. Berhasil menghibur…..maka BERHASIL !

 

 

Selamat Bekerja

 

 

Josep Setiawan Edy

(yang tidak/belum nonton film-nya)


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.