CATATAN DIREKSI

PERILAKU RETAIL MODERN DI BULAN RAMADHAN

Tinggal menghitung hari, umat Islam akan memasuki hari-hari dan bulan penting, Ramadhan.

Ramadhan selalu disambut dengan gembira, karena mengandung makna yang sangat dalam: bulan suci, bulan penuh rahmat, bulan sedekah, bulan kesabaran, bulan Al-Quran dan bulan berpuasa.

Dengan populasi penduduk Indonesia yang lebih dari 85% yang beragama Islam, tentu saja Ramadhan merupakan bulan yang penting, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi nuansa kehidupan masyarakat pada umumnya.

Pola belanja (konsumsi) juga terpengaruh besar atas kebiasaan, tradisi dan budaya masyarakat selama bulan Ramadhan. Pelaku Ritel Modern berlomba-lomba memberikan pelayanan, sekaligus mendapatkan kesempatan peningkatan penjualan di bulan Ramadhan. Pola konsumsi masyarakat pada bulan Ramadhan pada umumnya terbagi atas beberapa fase:

  • Hari pertama bulan Ramadhan, sebagian besar umat Islam berusaha melakukan 'buka puasa' bersama dengan  keluarga mereka masing-masing
  • Minggu kedua sampai dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat sangat memperhatikan dan membutuhkan produk-produk makanan yang bergizi tinggi; menjadi hal yang logis untuk kompensasi sehari penuh berpuasa. Masyarakat juga mengkonsumsi lebih banyak produk-produk siap makan yang manis-manis
  • 14 sampai 7 hari menjelang Idul Fitri (terutama setelah sebagian besar masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR), masyarakat mulai berbondong-bondong berbelanja dalam jumlah yang besar, bukan hanya produk-produk makanan khas Lebaran, melainkan juga berbelanja pakaian dan keperluan lainnya.

 

Pelaku Ritel Modern melakukan persiapan jauh-jauh hari, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, merencanakan pengadaan produk-produk terkait dan melakukan pemajangan secara khusus produk-produk kebutuhan bulan Puasa. Bahkan kebutuhan produk-produk Lebaran (biskuit, sirup, soft drink dll) sudah dipersiapkan dan sudah dipajang di outlet-outlet mereka.

Walaupun potensi penjualan produk-produk terkait sangat besar, namun Pelaku Ritel Modern seharusnya tetap disiplin dengan format toko mereka masing-masing (hypermarket, supermarket dan minimarket) dan harus bisa membaca 'kebiasaan' konsumen. Pada umumnya, dalam menyambut hari-hari dan bulan penting ini, masyarakat lebih banyak berbelanja di tempat yang lebih besar karena memiliki ruang penjualan lebih luas sehingga produk yang dijual lebih lengkap. Maka, kesempatan terbesar untuk memperoleh peningkatan penjualan dimiliki oleh hypermarket dan diikuti oleh supermarket. Bagaimana dengan MINIMARKET? Tentu tidak boleh mengabaikan peluang ini, tetapi tetap harus membatasi diri dengan konsekuensi sebagai toko "TOP UP" (kebutuhan mendesak dan 'isi ulang'), dan dalam skala terbatas bisa mengharapkan konsumen juga berbelanja kebutuhan Ramadhan dalam jumlah yang lebih besar dari hari-hari biasa.

Ada satu hal yang bersifat universal, PELAYANAN yang harus diutamakan pada saat ini, yaitu:

  • Mengenal pelanggan secara pribadi (lebih dekat)
  • Ruang penjualan yang bersih dan penyusunan produk yang rapi
  • Komunikasi produk (price tag/ POS Material) terpasang sesuai tempatnya
  • Produk-produk promosi terpajang mencolok dan mudah dijangkau.

 

Selamat menyambut bulan penuh rahmat, Ramadhan.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Salam,

 

 

Josep Setiawan Edy

President Director


APA KATA MEREKA

  • Dengan support yang baik dari CMN,  Mitra mampu bersaing dengan toko-toko sekitar

  • Bersama CMN, semangat mitra  dalam berjualan semakin membaik, berharap bisa terus melanjutkan kemitraan, dan berniat membuka sisi lain tokonya agar akses konsumen lebih mudah

  • Bersama CMN, Mitra  semakin berkembang, dan  berharap CMN dapat memilah produk yang banyak dicari pelanggan
  • Mitra semakin yakin akan kerjasama dengan CMN,  dan berniat  memperluas area tokonya supaya bisa menjual lebih banyak jenis barang
  • Dengan support dari CMN,  semangat Mitra semakin tumbuh, ketersediaan barang membaik,  hingga mitra tidak segan-segan  buka toko dari jam 06.00 s/d 22.00