CATATAN DIREKSI

GENERASI “ Z “

Lahir setelah tahun 1995, saat ini ber-usia 21-22 tahun, di masa Teknologi Informasi sampai pada Digitalisasi; Big Data dan ‘Sharing Mechanism” sudah menjadi hal yang normal bahkan bagian dari eksistensi diri.

Beberapa perilaku Generasi Z menurut survey :

  • Hampir semua dari Generasi Z mengakses informasi dari Sosial Media
  • 3.5 jam per hari dipergunakan untuk akses media sosial dan 90 % darinya melalui ponsel pintar
  • Instagram dan Line yang paling disukai (dan mulai tidak kenal facebook)
  • Belanja fashion, 90 % di mall dan pusat perbelanja an; 70 % memutuskan sendiri merk belanjaannya.
  • KFC & McDonald tetap disukai tetapi untuk yang ‘ber-duit’ mulai mengenal “casual dinning”.
  • 1-3 jam/hari main game via online & aplikasi
  • Nonton film lewat ‘streaming’ & mengunduh.
  • Lebih senang liburan dalam negeri (tapi data masih menunjukkan 60% atas putusan keluarga)

 

Generasi Z tidak focus, maunya serba bisa. Lebih individual, tetapi lebih global; terbuka dan lebih cepat bekerja atau berwiraswasta. Yang sangat kental dari generasi ini adalah : SANGAT ramah dengan perkembangan Teknologi Informasi

 

Bagaimana ‘dealing’ dengan Generasi ini; tidak ada pilihan lain Perusahaan apapun jenis usahanya (manufaktur, pemasaran, distribusi dan ritel) harus melalui pendekatan informasi ber basis teknologi, atau mereka tidak bersentuhan lagi dengan produk, pemasaran dan toko ritel (khususnya produk-2 lifestyle) anda.

 

Tahun 2018 dan tahun-tahun ke depan, tantangan terbesar bagi ‘pe-bisnis’ adalah bagaimana mendapatkan pasar dari generasi Z ini. Mereka cepat, praktis dan meninggalkan referensi-referensi konvensional (mereka namakan : zaman old).

 

Anda dan saya, baik dalam organisasi perusahaan tempat KITA bekerja, maupun sebagai bagian dari keluarga masing-masing (Ayah, Ibu, Kakak) harus mulai perhatikan perilaku Generasi Z ini. Kalau tidak ? Lagi-lagi KITA akan hidup di zaman old, dari sudut pandang mereka.

 

Generasi Z adalah generasi harapan keluarga & bangsa; namun demikian tetap harus didampingi, karena kondisi aktual di dunia nyata tidak semudah apa yang generasi ini pikirkan.

Beberapa pengamat dan ahli budaya sosial bahkan mengkuatirkan kerusakan mental, karena Generasi Z adalah generasi pe-mimpi, semua mau cepat & instant dan sangat yakin/percaya diri. Padahal, hanya 20% dari mereka yang akan sukses (atau sama dengan harapan mereka), 80% tidak mencapai apa yang mereka harapkan sementara tidak memiliki kemampuan khusus. Mereka tidak punya ke-ahli-an khusus; sulit mendapatkan pekerjaan dan kalaupun dapat, mereka tidak sungguh-sungguh. Frustrasi dan  Produktivitas akan sangat rendah.

Bagaimana hal ini ditanggulangi …… ?

 

Anda dan saya; dampingi mereka dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan memberikan gambaran tentang keadaan nyata. Ingat formula 20% : 80 %.

 

 

Selamat Bekerja

 

 

 

Josep Setiawan Edy


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.