CATATAN DIREKSI

MINI MARKET

Toko Groseri (grocery), kelontongan yang menjual kebutuhan pokok & sehari-hari dan  karena ukuran ruang penjualannya dan dikelola secara modern, maka sekarang dikenal dengan : MINIMARKET.

Minimarket adalah toko dengan ukuran kecil (ideal di bawah 100 m2), menyediakan kebutuhan pokok & sehari-hari dan dikelolah secara modern. Modern sendiri dibatasi (saat ini) dengan : harga pasti (tidak ada tawar menawar), pengelolahan : ketersediaan produk/barang dagangan, transasksi dan laporan keuangan dilakukan secara komputerisasi (electronic data processing). Kenyamanan berbelanja diwujudkan dalam : pilihan produk (yang dibutuhkan sehari-hari), penyusunan produk di rak pajangan, kebersihan toko (bersih-rapih & sejuk).

Minimarket sesungguhnya diposisikan sebagai ‘top up’ shopping , bukan menjadi tempat berbelanja kebutuhan mingguan apalagi kebutuhan bulanan.

 

Bicara tentang MINIMARKET di Indonesia, tidak terhindarkan membicarakan 2 pemain utama/besar, yaitu : INDOMARET dan ALFAMART. Dengan usia operasional lebih dari 20 tahun dan (tentu saja) manajemen yang solid, kedua pemain utama ini adalah Pelaku Minimarket terbaik dalam banyak hal. Mereka terdepan dihampir semua lini bisnis minimarket. Cita-cita luhur perusahaan : me-waralaba-kan usaha mereka (toko) menjadi kelemahan sekaligus tantangan mereka, karena toko-toko saat ini komposisi yang dimiliki pewaralaba (masyarakat) kurang dari 40%, selebihnya masih dimiliki sendiri. Jenis kerja sama dengan pewaralaba sendiri menyimpan problem besar, dimana semua pengelolaan toko sepenuhnya dilakukan oleh manajemen kedua perusahaan ini. Pewaraba posisinya tidak lebih sebagai investor. Peranan pemilik toko/pewaralaba dalam pengembangan bisnis toko miliknya : hampir tidak ada.  Percaya dan pasrahkan saja kepada manajemen perusahaan terwaralaba.

Pembukaan toko-toko baru secara agresif membawa 2 (dua) korban, yaitu : 1> lebih banyaknya toko-2 milik sendiri menimbulkan ‘masalah sosial’, khususnya issue ‘mengganggu pedagang tradisional/konvensional – akibatnya : menjadi rahasia umum, sulit dan rumitnya mendapatkan ijin untuk toko-toko baru. 2> persaingan tidak terhindarkan antara kedua pelaku bisnis ini (bahkan untuk toko-2 waralaba , persaingan terjadi diantara toko-toko dengan brand yang sama). Hari ini terdengar : ketidak puasan para pewaralaba dan sulitnya membuka toko baru,karena perijinan.

 

KEMITRAAN; toko-toko – MINIMARKET dikelola bersama-sama antara operator dan pemilik toko adalah jalan keluar terbaik. Operator sebagai pemilik ‘intelektual’ bertanggung jawab terhadap pengelolaan “product assortment’ , kebijakan harga jual, promosi , sistim pengelolaan toko modern dan pembinaan/supervisi tata kelola toko modern; sedangkan pemilik toko mengambil bagian penting lainnya, yaitu : pengelolaan harian atas toko miliknya dengan memastikan semua sistem berjalan sebagaimana mestinya; kenyamanan toko dan pelayanan terhadap pelanggan yang khas. Mitra memiliki dan mengelola toko miliknya, selain proses belajar terjadi, juga berkembangnya pengetahauan dunia usaha.

 

Usaha bisnis dengan pendekatan KEMITRAAN juga menjadi bagian penting dalam pengembangan binis tahun 2018 dan tahun-tahun ke depan, yaitu “bussines sharing”. Penggabungan kekuatan sekaligus pembagian kerja serta hasil kerja ,yang jelas adalah masa depan bisnis ini; bukan saja di bisnis minimarket, tetapi hampir disemua lini bisnis.

 

Saya dan Anda, melihat peluang ?

 

 

 

Selamat bekerja

 

 

Josep Setiawan Edy


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.