CATATAN DIREKSI

WARUNG

Setahun terakhir kata “WARUNG” menjadi populer di kalangan bisnis ritel, bahkan menyentuh dunia digital, poluritas terlebih dipacu oleh kehadiran perusahaan-2 ritel baru “ber-basis digital” atau lebih tepatnya menggunakan ‘teknologi informasi’ dalam komunikasi (transaksi) antara Perusahaan dengan mitra-mitra mereka. Mitranya adalah pemilik/pengelola warung. Sebut saja : WARUNG PINTAR, TOKO PANDAI, WARUNG BERKAH, OG (OCEAN GOING) dan beberapa perusahaan lainnya.

 

Mari, mengenal kata WARUNG lebih jelas, agar tidak salah dalam menggunakannya – khusus di dunia ritel.

Keseharian di masyarakat  WARUNG dikenal sebagai ‘tempat jualan-tempat belanja dengan ukuran kecil dan lokasinya di sekitar aktivitas masyarakat (pemukiman, sekolah, terminal, rumah sakit dan trafik jalan kaki yang ramai). Dekat dan mudah adalah ciri khas warung.

 

Katagori WARUNG di masyarakat saat ini :

WARUNG MAKAN , sangat fenomenal adalah WARTEG (warung tegal); jelas ini adalah tempat menjual makanan, baik dinikmati di lokasi maupun dibungkus (‘take away’).

WARUNG GROCERY, menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari dan tentu saja hanya menyediakan “product range’ yang sangat terbatas – produk pilihan (yang menurut pengalaman pemilik) dibutuhkan oleh pelanggannya (ukurannya : perputaran produk).

WARUNG ROKOK, dikenal sebagaian masyarakat sebagai “rombong”; menyediakan produk utamanya tentu saja berbagai jenis /brand rokok. Selain rokok, tentu saja pemilik memanfaaatkan “selling space” sisa tersedia dengan berbabagi jenis produk – biasanya ukuran kecil – ‘simple’ dan terkait langsung dengan kebutuhan seketika (terbanyak adalah : air mineral dan minuman segar lainnya).

 

Luas ruang penjualan terbatas dan berlokasi strategis adalah tantangan sekaligus kesempatan bagi perusahaan memasarkan produknya (manufacture – distribusi); lalu mengapa perusahaan-2 ritel (baru) berbasis teknologi informasi menyasarkan WARUNG sebagai MITRA mereka.

 

Satu, karena jumlah mereka yang ‘luar biasa’ banyak. Kedua : lokasi mereka strategis (dekat dengan konsumen). Ketiga : media penjualan produk-produk digital (pulsa, token dan jasa lainnya). Keempat : media/lokasi penggunaan Uang Digital (E-Money); dan Kelima : (bila saatnya tiba) setiap warung akan menjadi lokasi (point) penjualan (digital catalog); pendistribusian (jasa); penjemputan dokumen/produk (picking) dan jasa keuangan lainnya.

 

Dalam 5 tahun kedepan dapat disaksikan transformasi WARUNG sebagai ‘outlet modern’ dan siapa yang berhubungan erat dengan WARUNG akan menjadi perusahaan terkemuka.

 

 

 

 

 

Selamat bekerja

 

 

 

Josep Setiawan Edy


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.