CATATAN DIREKSI

B2B2C2C2B

Kerjasama distribusi & pengembangan bisnis antara PT. CMN dengan Pemilik KIOSK BERKAH dalam relasi bisnis dikatagorikan sebagai “Business to Business” (B2B). Masing-masing pihak mengelolah ‘usaha’nya dalam kerangka bisnis. B2B dalam skala apapun adalah hubungan antar lembaga usaha bisnis.

Ketika PT. CMN melihat peluang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, yaitu memperhatikan dan menyediakan pilihan belanja bagi pribadi & keluarga Pemilik KIOSK BERKAH, maka CMN meletakkan posisi Pemilik KIOSK BERKAH (sekaligus)  sebagai  konsumen, maka terbentuklah relasi bisnis : “Business to Consumer” (B2C).

B2C juga relasi antara Pemilik KIOSK BERKAH dengan para pelanggan yang berbelanja di KIOSK BERKAH milik mereka.

 

C2C (“Consumer to Consumer”) bagaimana terjadinya?.  Pola bisnis ini mewabah dengan kehadiran platform online dimana PEMILIK (pengguna) dapat menawarkan BENDA-nya kepada PENGGUNA lainnya. Misalnya : anda bermaksud menjual kendaraan beroda empat, cukup menawarkannya di platform online yang tersedia-sesuai dengan produk/benda yang anda akan dijual. Transaksi terjadi ketika bertemunya (di dunia maya) antara pemilik pertama (konsumen) menjual kepada pemilik (konsumen/pengguna) kedua. Jual beli mobil bekas pakai misalnya, mewabah di plaform online jual beli mobil bekas – antar konsumen. Model C2C jaman ‘old’; yaitu : barter antara petani padi dengan peternak ayam. Konsumen dengan konsumen melakukan transaksi pertukaran kebutuhan.

 

Kembali hubungan usaha antara CMN dengan Pemilik KIOSK BERKAH dimana Pemilik KIOS BERKAH (yang memilik hubungan B2B sekaligus B2C)  juga memiliki peternakan ayam ‘petelur’, kelebihan telur untuk kepentingan keluarganya sendiri ditawarkan kepada CMN, maka bukankah terjadi hubungan bisnis C2B?

Bisa jadi suatu saat pada kondisi tepat (kebutuhan) akan terjadi hubungan B2B2C2B antara CMN dengan Pemilik KIOSK BERKAH. Kenapa tidak ?

 

B2B2C3C2B menunjukan dinamika pola hubungan bisnis saat ini dan ke depannya. Semua kepentingan terjalin satu dalam komunikasi bisnis dan hal ini dimungkinkan terjadi, karena perkembangan Teknologi Informasi yang dapat menjangkau ‘pasar’ tanpa batas wilayah dan status.

 

Menurut saya, CMN dan pelaku bisnis lainnya (apapun sektor bisnisnya) yang tidak memahami dan membuka diri melihat peluang ini, akan tertinggal atau (paling tidak) hanya bermain dalam satu sektor tunggal – dimana hal ini akan sangat membatasi kemungkinan perkembangan bisnis yang dikelolah bisnisnya.

 

 

Lalu…….

 

 

 

 

 

 

 

 

Selamat Bekerja

 

 

 

 

Josep Setiawan Edy

 


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.