CATATAN DIREKSI

SEHARUSNYA VS SESUNGGUHNYA

(1)‘Anak baru’ nih, yang baru bergabung di perusahaan, pasti melalui proses ‘orientasi’. Yaa, biasalah : peraturan perusahaan, struktur organisasi, standard operating procedure (sop),  pengenalan model bisnis, organisasi & budaya perusahaan, pencapaian saat ini dan cerita-cerita besar mau kemana perusahaan ini nantinya; lalu anda dikenalkan dengan rekan kerja. Gitu..kan ?

Maka, yang ‘diberitakan’ adalah : SEHARUSNYA.

Usai orientasi, hari-hari berikutnya sang ’anak baru’ bekerja, mulai hadapi banyak hal dan bila dibandingkan dengan SEHARUSNYA, kok ada (banyak) perbedaan dari yang ‘diceritakan’ para mentor. Ada yang dikerjakan dengan cara berbeda, ada juga organ-organ yang tidak/belum berhubungan dan tentu saja capaian saat ini tidak sama dengan mimpi perusahaan; maka ketemulah dengan SESUNGGUHNYA.

 

(2)Alat petunjuk kekinian: waze atau google map, SEHARUSNYA perjalanan dari BSD ke perkantoran di Sudirman dapat ditempuh dengan kendaraan (roda empat) dalam waktu 48 menit, ternyata SESUNGGUHNYA dibutuhkan 2 jam dan 38 menit, karena terjadi hambatan; sesuatu  terjadi selama perjalanan tersebut.

 

(3)Seorang laki-laki belia – sehat & gagah; tenang, tegas namun sopan bertutur kata. Pakaian dengan seluruh aksesoris di tubuhnya semua ‘branded’. SEHARUSNYA, Laki laki tersebut adalah professional (atau pengusaha) muda, bertalenta, (datang dari keluarga) bekecukupan. SESUNGGUHNYA dia adalah staff penjualan – front end di sebuah toko multi produk asesoris branded di Grand Indonesia Mall; datang dari keluarga sederhana, tamat-an SLTA (yang mendapatkan training khusus melayani dan menjual produk branded), tinggal di sebuah RUSUN bersama orang tua dan kelima saudara/i nya. Pakaian & aksesoris adalah ‘seragam’ perusahaan.

 

Kasus pertama; terjadi di semua perusahaan – jangan kaget dan kecewa. Perusahaan yang sedang beroperasi adalah usaha  untuk mencapai kondisi ideal, baik dalam ‘proses’ maupun dalam capaian ‘hasil’. Peranan si ‘anak baru’ adalah menjadi bagian  ‘mendekatkan SESSUNGGUHNYA menjadi SEHARUSNYA. Harus cerdas memilih rekan kerja yang dalam proses kerja ini; jangan sampai masuk ke kelompok yang tidak perduli dan atau justru menjauhkan kondisi SEHARUSNYA dan percaya bahwa saat ini (SESUNGGUHNYA) adalah yang benar.

 

Kasus kedua, setiap orang/pelaku harus mempersiapkan terjadinya penyimpangan antara perencanaan dengan pelaksanaannya; maka harus diantisipasi dengan beberapa alternatif jalan keluar, tanpa perubahan tujuan akhir. Hambatan memang akan membuat waktu yang lebih lama, tetapi kalau dibekali dengan beberapa alternatif dapat mengurangi jarak antara SEHARUSNYA dengan SESUNGGUHNYA.

 

Kasus ketiga, dengan tetap memberikan penghargaan atas penampilan (dan profesi ) seseorang, harus diselidiki antara ‘casing’/kemasan dengan ‘value’/isi. Jangan cepat dan emosional memberikan penilaian; dibutuhkan waktu pendalaman.

Sama dengan yang sedang PDKT, pastikan anda tidak terpesona dengan kemasan dan cepat menyimpulkan : SEHARUSNYA. Beri waktu untuk menemukan mana yang SESSUNGGUHNYA dan mana yang SEHARUSNYA.

 

ketiga kasus di atas SAMA ESENSI NYA; yaitu : dibutuhkan ke-mau-an dan ke-mampu-an untuk mendekatkan jarak antara SESUNGGUHNYA dengan SEHARUSNYA. Fantastis bila berhasil menyamakan SEHARUSNYA = SESUNGGUHNYA.

 

Mudah..kah itu.

Jawabannya : TIDAK……

So, keep doing……

 

 

 

 

 

Selamat bekerja

 

 

 

Josep Setiawan Edy

 


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.