CATATAN DIREKSI

MEMAKNAI HARI RAYA IDUL FITRI

Bagi sebagian besar penduduk di Indonesia, khususnya umat Islam, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, sangat identik dengan Tradisi Mudik, Tradisi Belanja, dan Tradisi Kuliner Khas Lebaran.

Tradisi MUDIK

Pemerintah saat ini telah menetapkan libur atau cuti massal, sehingga memudahkan pegawai pemerintah dan karyawan swasta untuk dapat bersilaturahmi kepada orang tua atau yang dituakan di kampung halaman dengan waktu yang memadai. Oleh karena itu, praktis seluruh instansi pemerintah, sekolah, dan perkantoran tidak beroperasi.

 

Tradisi BELANJA

Tradisi belanja saat musim Lebaran menjadi salah satu faktor pemicu pertumbuhan ekonomi terutama di sektor industri dari hulu sampai ke hilir, dari manufaktur sampai ke industri ritel. Setiap tahun, menjelang bulan puasa atau bulan Ramadhan, pasar-pasar tradisional maupun yang modern seperti minimarket, supermarket, dan hypermarket dibanjiri pelanggan yang ingin membeli kebutuhan untuk makanan khusus kebutuhan Sahur dan Berbuka. Selain itu, adalah juga kebutuhan berhari raya atau berlebaran. Untuk sebagian kalangan, berbelanja pakaian yang baru merupakan suatu keharusan. Hal ini didukung pula oleh THR atau gaji ke-13 yang wajib diberikan kepada pegawai/pekerja atau karyawan yang bekerja di sektor formal. Tradisi belanja lebaran juga terjadi pada masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti petani, nelayan, buruh bangunan dan lain-lain.

 

Tradisi KULINER KHAS LEBARAN

Selain mudik, kuliner khas Lebaran seperti ketupat lebaran dengan sayur, ayam opor, sambal goreng hati, dan aneka ragam kue yang disajikan bersama keluarga setelah selesai sholat Ied sangat ditunggu-ditunggu tidak hanya oleh umat Islam, tetapi sebagian besar masyarakat beragama  lainpun turut serta bersama-sama mencicipi dan terkadang saling bertukar makanan dengan toleransi dan keberagaman di Indonesia.

 

Namun apakah makna sebenarnya dari Hari Raya Idul Fitri?.

Idul Fitri bisa diartikan sebagai puncak atau klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Idul Fitri secara bahasa atau etimologi bisa berarti Hari Raya Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari Kemenangan umat Islam. Kemenangan di sini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian atau perwujudan untuk kembali kepada keadaan suci atau fitrah (Fitri).   

Idul Fitri merupakan penggabungan kata "Ied" yang berarti Hari Raya dan "Fitri" yang artinya berbuka puasa. Jadi Idul Fitri bisa juga diartikan sebagai hari berbuka secara massal kaum muslim setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kebahagiaan yang dirasakan pada saat menjelang waktu berbuka puasa di waktu maghrib selama sebulan seakan dimanifestasikan pada tanggal 1 Syawal di Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari Kemenangan dan bersuka cita, maka pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan, kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-minta terutama karena tidak bisa makan. Makna sebenarnya adalah dengan diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk membayar zakat berupa zakat fitrah maupun zakat maal (harta) kepada fakir miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan untuk mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka cita pada hari yang fitri ini.

 

Semoga kita semua bisa mendapatkan hikmah di Hari Kemenangan ini dan menjadi kembali fitri serta senantiasa diridhai Allah SWT.

 

Segenap Direksi dan Management PT Citra Mitra Nusantara mengucapkan

 

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Salam,

 

 

Ashari Gunarno

Director


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.