CATATAN DIREKSI

D R O N E

Suatu ketika, di tahun 2014 , Pak DBO/ Direktur PT. CMN tidak mau beranjak dari salah satu ‘both’ pameran di Canton Fair. Terpesona atas produk “main-an/toys”; sebuah helicopter 60 cm X 30 cm sedang pamer ‘terbang’ lengkap suara mirip helicopter. Both tersebut juga memamerkan ‘robot’ seukuran serangga (2x3 cm) dapat bergerak lincah dan bermuatkan kamera CCTV, bahkan bisa terbang. Waduuuh…waduuuh; begitu Pak DBO tak henti-hentinya kagum dan terkagum-kagum (hayo tanya ybs kalau ga percaya) dan itu 4.5 tahun silam.!!

Kemudian, lahirlah DRONE, publikasi dan kemudian publik mengenalnya sebagai ‘kamera terbang’, berbentuk pesawat, lebih mirip helicopter (karena ‘baling-2?) dengan muatan kamera & video.

Diterbangkan oleh pemiliknya (pilot) dengan ‘remote control’, baik untuk pengatur ketinggian maupun arah kemana ‘bagus’ sudut pandang bagi kamera.

Semua ‘jepretan’  yang menghasilkan photo digital maupun video, terekam pada saat yang sama di alat control di darat.

 

DRONE awalnya adalah perkembangan teknologi keamanan di milter; biaya operasional dan keselamatan manusia (pilot) adalah alasan utama lahirnya DRONE. Mengintip dan mengambil photo & video target suatu wilayah (musuh) , bangunan atau aktivitas. Teknologi DRONE selain memotong biaya (bandingkan biaya helikopter yang ratusan miliar dengan biaya produksi DRONE yang konon termahal ‘hanya’ 200 juta-an); dan DRONE juga selain aman sekaligus mengambil alih peranan manusia terdidik khusus (pilot).

 

DRONE adalah salah satu representasi mulainya ‘industri 4.0’; dengan akurasi tinggi, biaya murah – mengambil alih peranan manusia. Lebih dari itu DRONE mampu memberi cakrawala yang lebih luas sekaligus membuka wahana kreativitas bernilai tinggi.

 

Kemarin (baru kemarin..), tanpa terasa banyak peranan manusia pekerja (pada level pelaksana) telah digantikan oleh Mesin , salah satu contoh yang setiap hari kita rasa/nikmati : Teller di bank sebagian besar peranannya diambil alih oleh ATM – anjungan tunai mandiri). Bandara menyediakan mesin ‘self check in’ – termasuk masukkan bagasi sendiri (tanpa bantuan check in counter staff). Mana petugas pintu toll..? hupss hilang ya ?.  Banyak dan sangat banyak peranan manusia sudah diambil alih oleh mesin.

 

Hari ini – sekarang, memanfaatkan perkembangan teknologi mesin PLUS teknologi informasi (optimalisasi internet – digitalisasi); pekerjaan yang membutuhkan akurasi tinggi mulai mengabaikan kemampuan manusia. Kita masuk Industri 4.0 ; dimana peranan ROBOT CERDAS akan mulai dan secara cepat mendominasi dalam dunia industry. AKURASI dan BIAYA RENDAH akan menjadi pemicu industriawan melakukan robotisasi.

 

Lalu……… ?

 

 

 

Selamat Bekerja

 

 

Josep Setiawan Edy


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.