CATATAN DIREKSI

TRANSAKSI VIA APLIKASI

Sarapan pagi, Bakmi Asun di Pasar Modern BSD, menikmati Bakmi Bangka dengan  baso ikan kuah…masih sempat saksian “keseruan”  transaksi antara ‘driver gojek/go food’ dengan ko Asun – pemilik restro. Mereka bertukaran kode (QR code), dan saling mendekatkan HP masing-masing. Lalu ‘confirmed’ pembayaran abang pilot gojek kepada ko Asun.

Tanya donk gue ke Ko Asun, gimana tuh cerita model transaksinya. Panjang lebar dan fasih, gue dapat penjelasan, bagaimana transaksi terjadi. Kereeen, ini di BSD lho, ya dan terjadi awal Oktober 2018 yang lalu.

 

Bibit sudah ada, tingal menyebar bagaikan virus ganas, sebentar lagi transaksi digital seperti itu akan terjadi di hampir semua segmen – lini  transaksi. Konsumen, jasa transport (gojek), tenant (ko Asun ) dan provider pembayaran (gopay) saling bertukar QR Code (salah satu metode E-money)  transaksi serta pembayaranpun terjadi.

Apakah uang fisik akan segera lenyap, seperti lenyapnya Fuji Film / Kodak Film Analog di pasaran.??

Bahkan kartu debit, kartu kredit dan kartu-kartu pembayaran semuanya terancam tinggal kenangan ?.

Kapan itu terjadi………beberapa tahun lagi ? Tahun depan ..? Bulan Depan atau besok ? Menurut saya sih sudah terjadi hari ini ! Kan sudah terjadi antara ko asun dengan driver gojek tadi.

 

Perusahaan KITA memiliki mitra toko/warung : KIOSK BERKAH lebih dari 9.000 outlet tercatat (pernah) bertransaksi dengan CMN secara analog.

Hari ini ,proses sedang berlangsung, dimana Mitra dapat berkomunikasi & bertransaksi menggunakan APLIKASI KIOSK BERKAH. Sedang terjadi proses ‘rollout dan akusisi ……

CMN bahkan mengembangkan platform B to B&C, dimana CMN memperlakukan para Mitra dengan pendekat B to B (Business to Business), sekaligus memposisi para Mitra sebagai konsumen untuk pemenuhan kebutuhan mereka sebagai pribadi maupun sebagai anggota keluarga.

Tentu tidak perlu kaget, sebentar lagi KITA tidak melihat uang fisik dalam transaksi tersebut.

 

Transaksi tanpa melibatkan uang fisik bagi pedagang menciptakan efisiensi tinggi selain keamanan terjaga.

Bila ini terjadi , semua instrument keuangan akan berubah. Bank Indonesia tidak lagi butuh biaya cetak dan biaya distribusi, aman dari kejahatan distribusi dan uang palsu.

 

Lagi, dipertontonkan ‘perubahan’ dimana  fisik (uang) akan hilang, ATM berkurang maknanya (atau akan hilang & berubah fungsi), tidak dibutuhkan lagi media transportasi (seramkan kalau lihat iring-iringan mobil membawa uang fisik dari BI ke bank-bank sentra cabang nya). Apakah ada profesi (ahli) yang akan diambil alih oleh teknologi ini ?

Menurut anda ?

 

 

Lalu…..?

 

 

Selamat Bekerja

 

 

 

 

Josep Setiawan Edy

 


Kami sedang mempersiapkan peningkatkan tampilan visual website kami. Tunggu tampilan baru website PT. Citra Mitra Nusantara.